Penerimaan PAD dari Komoditas Pala Awal 2026 Capai Rp 48 Juta Lebih

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perkebunan Fakfak mencatat PAD di awal tahun 2026 mencapai Rp 48.061.500.

Dinas Perkebunan Fakfak mencatat PAD di awal tahun 2026 mencapai Rp 48.061.500.

papua.tagarutama.com, Fakfak – Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Fakfak dari sektor perkebunan, khususnya komoditas unggulan pala, menunjukkan tren positif di awal Tahun Anggaran 2026. Sepanjang Januari 2026, realisasi retribusi dari aktivitas perdagangan pala tercatat mencapai Rp 48.061.500.

Capaian tersebut berasal dari distribusi dan penjualan sisa hasil panen pala musim sebelumnya yang masih berlangsung hingga awal tahun. Adapun komoditas yang berkontribusi terhadap penerimaan PAD meliputi pala kulit dengan volume 123,28 ton, pala kupas atau pala ketok 19,38 ton, fuli atau bunga pala 2,29 ton, serta tambahan kontribusi dari pengiriman 2.000 pohon bibit pala.

Seluruh produk tersebut dikirim dan dipasarkan secara bertahap oleh pelaku usaha grosir antar pulau, menyesuaikan kesiapan mutu barang serta permintaan pasar.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menjelaskan bahwa penerimaan PAD di awal tahun ini masih didominasi oleh pergerakan stok pala hasil panen tahun sebelumnya, terutama dari musim pala Barat.

“Capaian pada Januari ini mencerminkan bahwa aktivitas distribusi pala hasil panen sebelumnya masih berlangsung, khususnya dari musim pala Barat. Pengiriman dilakukan secara terukur dan tetap mengacu pada ketentuan penertiban waktu panen,” ujar Widhi.

Baca Juga :  Potensi Rp 781 Juta per Tahun, Retribusi Komoditas Pala Siap Dorong PAD Kabupaten Fakfak

Ia menilai, realisasi retribusi tersebut juga menjadi indikator membaiknya penerapan kebijakan pengendalian mutu pala di daerah. Pala yang dipasarkan keluar Fakfak dipastikan telah memenuhi standar kematangan dan kualitas.

“Pala yang keluar daerah adalah pala yang telah memenuhi standar mutu. Hal ini penting untuk menjaga reputasi dan nilai jual pala Fakfak di pasar,” katanya.

Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa seluruh penerimaan PAD dari komoditas pala disetor langsung oleh pelaku usaha ke kas daerah dan dilengkapi dengan Surat Tanda Setoran (STS) sebagai bukti resmi.

“Setiap pelaku usaha melakukan setoran langsung ke kas daerah dan dibuktikan dengan STS. Mekanisme ini kami terapkan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan daerah,” jelasnya.

Saat ini, Kabupaten Fakfak tengah memasuki periode panen sela atau yang dikenal sebagai musim pala matahari. Musim tersebut berlangsung relatif singkat sebelum berlanjut ke musim pala Timur, sebagaimana tercantum dalam kalender perkiraan musim panen pala daerah.

Baca Juga :  Investor Korea Lirik 20 Ribu Ha Lahan Bomberay, Fakfak Siap Jadi Sentra Perkebunan Baru

Seiring dengan kondisi tersebut, Widhi mengimbau para petani dan pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas hasil panen.

“Kami mengajak seluruh petani dan pelaku usaha untuk tetap konsisten menjaga mutu pala. Kualitas yang baik adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya saing pala Fakfak,” tuturnya.

Secara keseluruhan, realisasi PAD pala pada Januari 2026 menegaskan bahwa komoditas pala masih menjadi salah satu penopang penting pendapatan daerah, meskipun belum memasuki musim panen utama. Capaian ini sekaligus mencerminkan pengelolaan stok yang semakin tertib serta meningkatnya kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban retribusi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui perangkat daerah terkait akan terus memperkuat tata kelola komoditas pala secara terpadu, mulai dari aspek budidaya, pengaturan panen, penanganan pascapanen hingga distribusi, guna mendorong peningkatan PAD yang berkelanjutan serta menjaga posisi pala Fakfak di pasar regional dan nasional. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak
Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani
Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu
Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIT

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:43 WIT

Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:36 WIT

Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Berita Terbaru