papua.tagarutama.com, Fakfak – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus mendorong peningkatan produktivitas dan mutu pala melalui penguatan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Salah satu upaya yang kini digencarkan adalah pemanfaatan pupuk organik hayati Tecno Organik Papua (TOP) sebagai solusi ramah lingkungan dalam menjaga kesehatan tanaman.
Langkah ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan hasil panen, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan sistem budidaya yang berkelanjutan. Dengan penggunaan pupuk organik, petani diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sekaligus memperbaiki kondisi tanah secara alami.
Kepala Seksi Pengamatan dan Peramalan OPT Dinas Perkebunan Fakfak, Syaiful Bahri Alkatiri, S.Hut, menjelaskan bahwa kegiatan pengendalian OPT melalui aplikasi TOP telah dilaksanakan di Kampung Wambar, Distrik Fakfak Timur Tengah.
“Penggunaan pupuk organik hayati seperti Tecno Organik Papua menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga produktivitas pala. Selain meningkatkan kesuburan tanah, pupuk ini juga membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, TOP memiliki tiga fungsi utama yang saling mendukung dalam sistem budidaya tanaman. Pertama, sebagai dekomposer, pupuk ini mengandung mikroorganisme yang mempercepat penguraian bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap tanaman. Kondisi ini membuat struktur tanah lebih gembur dan kaya nutrisi, sehingga mendukung pertumbuhan akar secara optimal.
Kedua, sebagai agen proteksi, kandungan hayati dalam TOP mampu menekan perkembangan hama dan penyakit tanaman. Mekanisme ini berlangsung melalui persaingan alami antar mikroorganisme serta produksi senyawa yang menghambat patogen.
“Dengan pendekatan ini, petani tidak perlu terlalu bergantung pada pestisida kimia. Tanaman menjadi lebih kuat secara alami,” jelas Syaiful.
Fungsi ketiga adalah sebagai stimulan pertumbuhan. TOP membantu meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, mulai dari pembentukan akar hingga pembungaan. Kandungan zat pengatur tumbuh alami di dalamnya berperan dalam meningkatkan vigor tanaman, yang berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas hasil panen.
Melalui penerapan teknologi ini, Dinas Perkebunan Fakfak optimistis sektor pala akan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain meningkatkan produksi, langkah ini juga dinilai penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah serta mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
“Harapannya, petani bisa mengelola kebun secara lebih bijak dan berkelanjutan, sehingga komoditas pala Fakfak tetap menjadi unggulan dengan kualitas yang terjaga,” tutupnya. (TU.01)










