Pemkab Manokwari Gelontorkan Rp1 Miliar Lebih untuk Dorong Swasembada Pangan

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 03:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu petani.

Foto. Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah satu petani.

papua.tagarutama.com, Manokwari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor pertanian lokal dengan mengalokasikan dana sebesar Rp1,065 miliar untuk mendukung pemberdayaan petani padi di empat distrik sentra produksi, yakni Warmare, Prafi, Sidey, dan Masni.

Dana tersebut disalurkan kepada 71 kelompok tani dalam bentuk bantuan penguatan produksi. Masing-masing kelompok menerima Rp15 juta yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung dua kali musim tanam.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Manokwari, Serdion Rahawarin, menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.

“Bantuan ini bisa digunakan untuk pembelian pupuk dan pestisida. Jadi petani tidak perlu lagi menebus pupuk subsidi. Dengan dana Rp15 juta, kelompok dapat mengelola dua kali musim tanam,” ujar Serdion saat penyerahan bantuan di Kantor Bupati Manokwari, Sabtu (8/11/2025)

Baca Juga :  KAMMI Komisariat Fakfak Gelar Daurah Marhalah I: Mencetak Pemimpin Berkarakter Muslim Negarawan

Selain dana tunai, pemerintah daerah juga menyalurkan delapan unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis cultivator guna mempermudah proses pengolahan lahan dan mempercepat masa tanam.

Serdion menegaskan, fokus utama pemerintah daerah tahun ini adalah memperluas lahan pertanian untuk mendukung program nasional swasembada pangan.

“Kami ingin memperluas areal sawah agar produksi padi di Manokwari terus meningkat, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang ketahanan pangan,” jelasnya.

Baca Juga : BRIN dan Pemkab Fakfak Teliti Jenis Kelamin Pala Tomandin, Dorong Akurasi Penanaman dan Produktivitas

Saat ini, Kabupaten Manokwari memiliki 1.773 hektare sawah produktif dengan produksi rata-rata 6.000 ton padi per tahun. Namun, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan konsumsi masyarakat yang mencapai 23.300 ton beras per tahun.

Baca Juga :  Dinas Perkebunan Fakfak Maksimalkan Produktivitas Pala Tomandin dengan Tiga Jenis Pupuk Unggulan

“Kita masih harus mendatangkan beras dari luar daerah. Karena itu, perluasan lahan menjadi prioritas agar produksi lokal meningkat,” ungkap Serdion.

Lebih lanjut, ia menyebut masih terdapat 2.421 hektare lahan potensial yang bisa dikembangkan menjadi area persawahan baru. Tahun depan, Pemkab menargetkan pembukaan sekitar 1.300 hektare sawah baru, terutama di wilayah SP1 hingga SP4, Sidey, dan Kali Merah.

“Antusiasme masyarakat lokal cukup tinggi. Kami berharap dukungan ini bisa memotivasi petani untuk lebih mandiri dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tutur Serdion menutup pernyataannya.

Program pemberdayaan petani ini menjadi langkah strategis Pemkab Manokwari dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan
Strategi Baru Pemkab Fakfak Jaga Kualitas dan Harga Pala, Petani Didorong Panen Matang Sempurna
Lewat Rakornis, Fakfak Perjuangkan Pala Masuk Agenda Strategis Papua Barat
Ritual Meri Totora Disiapkan, Sinergi Adat dan Pemerintah Jaga Kualitas Pala Fakfak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Kamis, 30 April 2026 - 05:03 WIT

Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP

Kamis, 30 April 2026 - 04:40 WIT

Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak

Rabu, 29 April 2026 - 18:17 WIT

Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terbaru