Dinas Perkebunan dan MPIG Perketat Pengawasan Pala Tomandin Fakfak: Larangan Beli Sebelum Waktu Panen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 September 2025 - 13:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST. MT., memberikan arahan kepada pengepul pala untuk mematuhi Perda Nomor 6 Tahun 2016.

Foto. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST. MT., memberikan arahan kepada pengepul pala untuk mematuhi Perda Nomor 6 Tahun 2016.

papua.tagarutama.com, Fakfak – Untuk menjaga kualitas sekaligus melindungi reputasi Pala Tomandin Fakfak di pasar nasional maupun internasional, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak bersama Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) memperketat pengawasan terhadap pembelian pala oleh pengepul. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Rabu (3/9/2025).

Langkah ini dilakukan dengan pemasangan pamflet imbauan di sejumlah titik strategis. Tujuannya agar petani maupun pengepul mematuhi ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Fakfak Nomor 6 Tahun 2016 tentang pembinaan, pengawasan, dan pengendalian komoditas pala, serta Edaran Bupati Fakfak terkait prosedur pembelian dan pengolahan hasil pala Tomandin.

Dalam imbauan tersebut, masyarakat diingatkan agar:

  1. Memanen pala pada waktu yang tepat,
  2. Tidak memetik atau membeli pala muda,
  3. Melakukan proses pengeringan secara benar,
  4. Menetapkan harga jual-beli yang wajar.
Baca Juga :  Kadis Perkebunan Fakfak: Program Pala Unggul 1.000 Hektare Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Investasi Masa Depan Petani OAP

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa musim panen pala wilayah Barat biasanya berlangsung pada pertengahan Oktober, atau disesuaikan dengan prosesi adat sasi kera-kera pala di beberapa kampung.

“Kita harus menghormati aturan adat sasi kera-kera pala, karena tradisi ini bukan hanya budaya, tetapi juga cara masyarakat adat menjaga kualitas hasil panen. Dengan pengawasan ketat, kami berharap tidak ada transaksi pala sebelum waktu panen tiba,” jelas Widhi.

Baca Juga : Retribusi Pala Fakfak Tembus Rp 251 Juta, Perdagangan Antar Pulau Capai 1.272 Ton

Ia menambahkan, pengepul memiliki peran vital dalam rantai pasok pala. Mereka menjadi penghubung antara petani dan pedagang besar antar pulau, termasuk tujuan ekspor. Karena itu, pengawasan di tingkat pengepul harus benar-benar diperketat.

Baca Juga :  Kejar ABT-APBN 2025, Dinas Perkebunan Fakfak Targetkan 200 Ha Perluasan Lahan Pala Tomandin

“Hampir 50 pengepul di Fakfak akan dipasang imbauan khusus. Mereka adalah ‘penjaga gerbang’ kedua setelah petani. Jika aturan ini dilanggar, risiko besar menurunnya kualitas pala bisa merugikan semua pihak, mulai dari petani hingga industri pengolahan,” tegasnya.

Dinas Perkebunan juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada pengepul agar tidak tergoda membeli pala sebelum waktunya. Dengan begitu, praktik jual beli tersembunyi yang merugikan petani dan merusak tata niaga hasil bumi dapat dicegah.

“Harapannya, semua pihak mulai dari kelompok tani, pengepul, hingga pemerintah distrik dan kampung dapat bersama-sama menjaga mutu pala Fakfak. Mari kita disiplin mengikuti edaran daerah demi mempertahankan pala sebagai komoditas unggulan yang membanggakan,” pungkas Widhi. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan
Strategi Baru Pemkab Fakfak Jaga Kualitas dan Harga Pala, Petani Didorong Panen Matang Sempurna
Lewat Rakornis, Fakfak Perjuangkan Pala Masuk Agenda Strategis Papua Barat
Ritual Meri Totora Disiapkan, Sinergi Adat dan Pemerintah Jaga Kualitas Pala Fakfak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Kamis, 30 April 2026 - 05:03 WIT

Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP

Kamis, 30 April 2026 - 04:40 WIT

Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak

Rabu, 29 April 2026 - 18:17 WIT

Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terbaru