Pemkab Fakfak Perkuat Pengendalian Pala, Sepakati Standar Mutu dan Harga Layak untuk Petani

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 17:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perkebunan menggelar rapat koordinasi Tim Pengendali Komoditas Unggulan Pala Daerah yang dihadiri DPRK Fakfak, lembaga adat, instansi vertikal seperti Pelni, KSOP, dan Karantina, pelaku usaha dan perwakilan Masyarakat Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak.

Dinas Perkebunan menggelar rapat koordinasi Tim Pengendali Komoditas Unggulan Pala Daerah yang dihadiri DPRK Fakfak, lembaga adat, instansi vertikal seperti Pelni, KSOP, dan Karantina, pelaku usaha dan perwakilan Masyarakat Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak.

papua.tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan menggelar rapat koordinasi Tim Pengendali Komoditas Unggulan Pala Daerah. Pertemuan ini menitikberatkan pada upaya menjaga mutu, menata sistem perdagangan, serta memastikan harga yang adil bagi petani dan pelaku usaha pala.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pimpinan DPRK Fakfak, lembaga adat, instansi vertikal seperti Pelni, KSOP, dan Karantina, hingga pelaku usaha serta perwakilan Masyarakat Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak (MPIG-PTF).

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menegaskan bahwa pala bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan bagian dari identitas daerah yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi tinggi.

“Pala Fakfak adalah kebanggaan daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, menjaga mutu, harga, dan tata niaganya menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak agar rantai perdagangan berjalan sehat dan transparan, sehingga memberikan manfaat yang seimbang bagi petani maupun pelaku usaha.

“Jika kualitas terjaga dan tata niaga tertib, maka kepercayaan pasar akan semakin kuat. Ini yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menjelaskan bahwa kualitas menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing pala di pasar nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Minyak Atsiri Diminati Perancis, Koperasi MTQ Binaan Yayasan Kaleka Siap Ekspor di Awal 2025

“Mutu adalah kunci. Tanpa kualitas yang baik, pala Fakfak akan sulit bersaing. Karena itu, seluruh pelaku usaha harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga standar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa petani berhak memperoleh harga yang layak, namun hal tersebut harus sejalan dengan kualitas produk yang dihasilkan.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis, di antaranya penertiban perizinan usaha, penguatan pengawasan distribusi melalui pelabuhan, serta peningkatan peran instansi terkait dalam mengawasi perdagangan pala.

Selain itu, pemerintah daerah bersama DPRK Fakfak akan mengevaluasi regulasi yang ada, termasuk kemungkinan revisi aturan untuk memperkuat pengendalian tata niaga sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu hasil penting dalam pertemuan ini adalah kesepakatan harga dasar pala. Para peserta menyepakati bahwa pala mentah dengan kondisi matang petik atau “tua betul” dihargai sebesar Rp600.000 per 1.000 biji, sesuai ketentuan Peraturan Bupati Fakfak.

Kesepakatan ini menegaskan keseimbangan hubungan antara petani dan pelaku usaha. Petani diwajibkan menjaga kualitas hasil panen, sementara pelaku usaha berkewajiban memberikan harga yang pantas.

Baca Juga :  Lapas Timika Berdayakan Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan

Hasil rapat tersebut rencananya akan dituangkan dalam Surat Edaran Bupati sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan stabilitas harga pala.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penataan rantai distribusi secara lebih terstruktur, mulai dari petani, pengepul, pedagang besar, hingga pasar regional dan ekspor. Setiap tahapan diwajibkan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Pengawasan pengiriman melalui pelabuhan juga diperketat. Setiap komoditas pala yang keluar dari Fakfak harus memenuhi persyaratan perizinan, sertifikasi karantina, serta tercatat secara administratif untuk memastikan transparansi perdagangan.

“Kita ingin memastikan tidak ada praktik yang merugikan petani. Semua harus berjalan adil, transparan, dan sesuai aturan,” tegas salah satu peserta rapat.

Melalui langkah ini, Pemkab Fakfak berharap komoditas pala tetap menjadi andalan daerah yang berdaya saing tinggi, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat koordinasi ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, petani, dan pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan pala Fakfak sebagai tulang punggung ekonomi daerah. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan
Strategi Baru Pemkab Fakfak Jaga Kualitas dan Harga Pala, Petani Didorong Panen Matang Sempurna
Lewat Rakornis, Fakfak Perjuangkan Pala Masuk Agenda Strategis Papua Barat
Ritual Meri Totora Disiapkan, Sinergi Adat dan Pemerintah Jaga Kualitas Pala Fakfak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Kamis, 30 April 2026 - 05:03 WIT

Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP

Kamis, 30 April 2026 - 04:40 WIT

Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak

Rabu, 29 April 2026 - 18:17 WIT

Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terbaru