Minyak Atsiri Diminati Perancis, Koperasi MTQ Binaan Yayasan Kaleka Siap Ekspor di Awal 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2024 - 09:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. rapat konsolidasi teknis terpadu di Dinas Perkebunan Fakfak Bersama Yayasan Kaleka dan pengurus koperasi MTQ Dalam rangka kesiapan Ekspor minyak Atsiri ke Perancis di Awal 2025

Foto. rapat konsolidasi teknis terpadu di Dinas Perkebunan Fakfak Bersama Yayasan Kaleka dan pengurus koperasi MTQ Dalam rangka kesiapan Ekspor minyak Atsiri ke Perancis di Awal 2025

papua.tagarutama.com, Fakfak – Minyak atsiri hasil olahan pala asal Fakfak semakin diminati oleh pangsa pasar global, salah satunya Perancis yang dikenal sebagai salah satu pusat industri parfum dunia. Menyikapi permintaan dari Negara Perancis, Koperasi Mery Tora Qpohi (MTQ) binaan Yayasan Kaleka kini bersiap untuk mengekspor produk unggulan mereka ke Perancis pada awal tahun 2025.

Permintaan dari Perancis ini tidak lepas dari kualitas minyak atsiri pala Tomandin yang dikenal memiliki aroma khas dan kandungan nutrisi tinggi, menjadikannya bahan baku yang ideal untuk berbagai produk kecantikan dan kesehatan.

Dinas Perkebunan Fakfak berkomitmen untuk terus mensuport Koperasi Mery Tora Qpohi (MTQ) yang merupakan binaan Yayasan Kaleka untuk terus menyiapkan perangkat dan standar sesuai mutu kualitas produk yang diinginkan pasar global.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Widhi A. Jati, ST, MT mengungkapkan bahwa langkah menuju ekspor ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta. “Minyak atsiri pala dari Fakfak telah diakui kualitasnya. Kami siap memenuhi permintaan Perancis yang menginginkan minyak atsiri berkualitas tinggi untuk industri kosmetik dan parfum mereka,” ujarnya.

Menjawab kebutuhan tersebut dinas perkebunan kemudian langsung mengambil langkah taktis melalui rapat konsolidasi teknis terpadu di Dinas Perkebunan Fakfak Bersama Yayasan Kaleka dan pengurus koperasi MTQ pada hari Jumat kemarin (6/9/2024). Rapat konsolidasi ini dihadiri Perwakilan Yayasan Kaleka yang Ir. Abdul Rahim Patamasya, M.Si selaku konsultan senior Kaleka, manager Yayasan Kaleka Greg R. Daeng Salam, dan ketua koperasi MTQ Fitriah Hubrouw.

Ir. Abdul Rahim Fatamasya, M.Si yang juga mantan kepala Dinas Perkebunan Fakfak menjelaskan bahwa saat ini Yayasan kaleka sedang melakukan pendampingan terhadap 5 kampung penghasil produk pala.

” Kami sementara ini mendampingi 5 kampung penghasil produk pala, Kampung Perwasak, Kampung Pangwadar, Kampung Patimburak dan dua kampung lainnya yang berhasil. Kelima kampung tersebut keanggotaannya dibawah naungan Koperasi MTQ. Kami memfasilitasi para petani pala mereka dengan pembeli untuk membeli hasil pala sebagai bahan olahan mentah minyak atsiri. Target kami ekspor Minyak Atsiri dari hasil turunan pala memberikan nilai tambah secara langsung kepada petani pala di kelompok binaan”, ujarnya.

Baca Juga : Dinas Perkebunan Inisiasi Pertemuan PT. RSP dengan BPJS Kesehatan Manokwari : Memastikan Karyawan Sawit Fakfak Terdaftar Program SRIKANDI BPJS Kesehatan

Baca Juga : Stok Beras di Gudang Bulog Fakfak Dipastikan Aman Hingga Akhir 2024

Lanjutnya, ” Harapannya para Petani binaan secara tidak langsung berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pala, karena ini erat kaitannya dengan pendapatan petani pala kedepannya”, ujar Ir. Abdul Rahim Patamasya, M.Si.

Baca Juga :  Lewat Rakornis, Fakfak Perjuangkan Pala Masuk Agenda Strategis Papua Barat

Sementara menurut Ketua Koperasi MTQ, Fitria Hobrouw menyebutkan minyak atsiri yang diperoleh dari produk pala kering berkualitas baik Pala ketok K1 yang akan diekstrak menjadi minyak.

” Kami memproduksi minyak Atsiri dari pala kering, pala tersebut kemudian diekstrak menghasilkan minyak Atsiri yang disesuaikan dengan mutu permintaan pasar global”, ujarnya.

Kebutuhan untuk memenuhi uji coba hanya 6 ton, dari jumlah segitu di ekstrak menjadi 220 liter minyak atsiri yang akan diekspor. Sementara untuk harga beli pala dari kelompok binaan yang ada, pada kisaran harga 75 ribu per kilogram.

Lanjutnya disampaikan Fitria Hobrouw, ” Sebelumnya dilakukan uji coba pada 23 kg pala K1, hasil ekstrak yang diperoleh hanya 600 ml minyak atsiri sehingga belum memenuhi target rendemen ekstrak karena hanya menghasilkan 3 %. Target ekstrak rendeman yang diinginkan 4 %, atau 800 ml minyak Atsiri. Untuk itu, kami terus melakukan perbaikan kualitas pala yang menjadi bahan baku agar tercapai target ekstrak yang diinginkan”, ujarnya.

Disaat yang sama Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi A. Jati, ST, MT sangat mengapresiasi dan berkomitmen untuk mensuport rencana ekspor minyak atsiri Pala Tomandin.

” Dinas Perkebunan siap untuk mendukung Koperasi MTQ pada rencana ekspor minyak Atsiri dari Pala Tomandin. Pala ini memiliki aroma khas untuk aromaterapi dan parfum. Selain itu, Pala Tomandin juga digunakan sebagai bahan baku pendukung untuk industri kosmetika dan farmasi, apalagi Pala Tomandin memiliki keunikan rasa dalam produk industri makanan”, ungkapnya.

Lanjutnya lagi, ” Permintaan ekspor minyak atsiri ini merupakan hasil tindak lanjut kerjasama beberapa waktu lalu saat kita kedatangan Tim Atelier Franchise des Matieres (AFDM) Perancis di Fakfak. Sudah mulai ada tanda-tanda baik sebagai terobosan meningkatkan nilai manfaat dari pala itu sendiri dan sekaligus meningkatkan harga pala. Hal tersebut hanya dapat terjadi dengan melakukan diversifikasi produk turunan yang spesial dan bernilai premium”, ujar Plt. Kepala Dinas Perkebunan.

Baca Juga :  Potensi Megathrust di Kabupaten Fakfak: Perlu Kewaspadaan dan Tanggap Bencana

Jika hanya mengandalkan jual pala kulit, ketok dan bunga pala belum dapat mendongkrak harga kecuali memenuhi peluang ekspor. Namun olahan pala atau ekstrak pasti memberikan profit dan terjadi efisiensi Cost of Sales (COS) atau biaya penjualan pengiriman bahan baku. Bahkan bahan baku pala biji dan bunga tidak banyak di jual keluar tapi di proses di dalam daerah.

Foto. Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak menyerahkan surat keputusan kepada Koperasi MTQ sebagai Koperasi Role Model di bidang Pengolahan ekstrak pala Tomandin menjadi minyak Atsiri
Foto. Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widi Asmoro Jati, ST. MT menyerahkan surat keputusan Penunjukkan kepada Koperasi MTQ sebagai Koperasi Role Model di bidang Pengolahan ekstrak pala Tomandin menjadi minyak Atsiri

Diakhir pertemuan, Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak menyerahkan surat keputusan kepada Koperasi MTQ sebagai bentuk penghargaan yang berhasil membina 117 petani pala.

Disampaikan, ” kami berikan SK ini sebagai bentuk apresiasi dan komitmen kami pada lembaga yang berperan besar pada aktivitas pemberdayaan masyarakat terutama komoditi daerah seperti pala. SK ini adalah Penunjukkan untuk menjadi koperasi role model dalam pengolahan Minyak Atsiri. karena ini merupakan produk yang special olahan pala yang baru pertama di Fakfak. Untuk itu Koperasi MTQ harus terus berupaya meningkatkan standar mutu yang berlaku, serta memastikan produk yang dihasilkan memenuhi kualitas”, ujarnya.

Disampaikan kembali bahwa, “Dikesempatan ini besar harapan kami agar Koperasi MTQ menjadi Koperasi Model untuk pengolahan minyak atsiri Pala Tomandin di Kabupaten Fakfak, dengan harapan dapat menjadi contoh dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan hasil perkebunan secara berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal Masyarakat”, ungkap Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan berjanji untuk berkolaborasi menambah sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas produksi pala guna meningkatkan mutu dan kualitas pala Tomandin, agar target ekspor olahan pala ini terus bertambah sehingga memenuhi kebutuhan pasar global.

Terakhir diharapkan Koperasi MTQ yang notabennya di Kelola oleh anak-anak Fakfak, dapat menjalin kerja sama dengan instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta, dalam hal pengembangan, pemasaran dan distribusi minyak pala tomandin, untuk mencapai hasil dan kualitas yang optimal. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak
Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani
Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu
Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala
Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026
Dinas Perkebunan Fakfak Perkuat Pengendalian Hama Pala dengan Pupuk Organik TOP
Sosialisasi Jemput Bola Perkuat Implementasi Edaran Bupati, Dukungan Distrik dan Kampung Dorong Pala Unggul Fakfak
Pemkab Fakfak Gencarkan Sosialisasi Harga Pala, 72 Titik Usaha Dipasangi Pamflet Himbauan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:48 WIT

Pantau Panen di Kayauni, Kepala Distrik Kayauni Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pala Fakfak

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:43 WIT

Gerak Cepat Jawab Aspirasi Reses DPRK, Dinas Perkebunan Fakfak Antar Bibit Pala Langsung ke Kebun Petani

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:36 WIT

Retribusi Pala Tembus Rp248,4 Juta hingga April 2026, Harga Fuly Menguat, Fokus Perkuat Mutu

Kamis, 30 April 2026 - 20:09 WIT

Petani Pala Fakfak Merasa Dihargai, Penetapan Harga Jadi Harapan Baru bagi Perkebunan Pala

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIT

Bangun Kebanggaan Produk Lokal, SMAN 2 Fakfak Bersama Dinas Perkebunan Luncurkan Pala Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua di Hardiknas 2026

Berita Terbaru