Potensi Megathrust di Kabupaten Fakfak: Perlu Kewaspadaan dan Tanggap Bencana

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Agustus 2024 - 07:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Torea Ricky Roger Holle, SP saat ditemui wartawan

Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Torea Ricky Roger Holle, SP saat ditemui wartawan

papua.tagarutama.com, Fakfak – Kabupaten Fakfak, yang terletak di wilayah Papua Barat, Indonesia, menjadi perhatian khusus karena berpotensi terjadi megathrust. Megathrust adalah jenis gempa bumi besar yang terjadi di zona subduksi, tempat lempeng tektonik bertabrakan dan salah satu lempeng terdesak di bawah lempeng lainnya. Fakfak berada di dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Philippines, yang membuatnya rentan terhadap gempa besar dan tsunami.

Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Torea Ricky Roger Holle, SP saat ditemui wartawan papua.tagarutama.com menyampaikan perlu kewaspadaan terhadap potensi megathrust gempa bumi.

“Menanggapi viralnya potensi megathrust di beberapa wilayah terutama di Fakfak perlu saya tegaskan bahwa BMKG tidak melakukan prediksi tentang potensi gempa karena kami belum memiliki alat yang bisa memprediksi. BMKG hanya berasumsi bahwa kita harus waspada karena dilihat dari histori mulai dari wilayah Sunda dan sumatera pernah terjadi gempa megathrust bisa jadi akan berulang kembali”, ujarnya

Foto: Peta Megathrust Ancam RI. (Dok. BMKG)
Foto: Peta Megathrust Ancam RI. (Dok. BMKG)

Lanjutnya secara historis Fakfak pernah terjadi gempa dan tsunami, ” kami pernah berkoordinasi dengan BPBD Fakfak bahwa di Fakfak pernah terjadi tsunami”, ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Petani Kecil, Pemkab Fakfak Anggarkan Rp25 Juta per Unit untuk Pemeliharaan Rumah Pengasaran Pala

Disampaikan pula Selama ini gempa yang terjadi asalnya dari luar Fakfak seperti di laut Banda dan Ambon.

“Selama ini gempa yang terjadi tidak pernah titiknya di Fakfak kebanyakan asalnya dari laut Banda dan Ambon dan sesar yang terjadi kebanyakan dari sesar Sorong dan sesar Ransiki”, lanjutnya.

Alat ukur yang digunakan selama ini untuk mengukur besarnya dan letak posisi gempa digunakan seismograf.

Baca juga : Tarif Pemasangan Iklan Media Online papua.tagarutama.com

Potensi megathrust di Fakfak dapat berdampak signifikan tidak hanya pada wilayah titik tersebut tetapi juga pada daerah sekitarnya, termasuk pesisir Papua Barat dan wilayah lain di Indonesia. Menurut para ahli, gempa megathrust dapat memiliki kekuatan lebih dari 8,0 pada skala Richter, yang dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur, hilangnya nyawa, serta gangguan sosial dan ekonomi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fakfak bersama beberapa stakeholder dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Fakfak, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Torea Ricky Roger Holle, SP telah melakukan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi gempa yaitu upaya Edukasi dan Latihan Evakuasi.

Baca Juga :  Volunteer Goes to School: Edukasi Simulasi Kebakaran di MTs Negeri Fakfak Bangkitkan Kesadaran Tanggap Darurat

” Secara rutin kami melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah – sekolah dan beberapa stakeholder yang ada di Fakfak. Selain itu kami juga melakukan simulasi evakuasi untuk mengedukasi masyarakat tentang tindakan yang harus diambil saat gempa bumi atau tsunami terjadi. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko saat terjadi bencana”, Ujarnya.

Perlu dilakukan Penguatan Kerjasama bersama Pemerintah daerah melalui stakeholder yang terkait dalam hal mitigasi bencana dan penanganan pasca-bencana. Kolaborasi ini mencakup pertukaran informasi, pelatihan, dan bantuan teknis.

“Kami sering berkomunikasi dengan BPBD Fakfak terkait bagaimana melakukan mitigasi bencana. Saya rasa ini sangat membantu kerja – kerja teknis di lapangan”, ujar kepala stasiun Metereologi Klimatologi dan Geofisika Torea tersebut.

Meskipun ancaman megathrust tidak dapat dihilangkan, kesiapsiagaan yang tepat dapat mengurangi dampaknya. Masyarakat Fakfak diharapkan selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, sehingga apabila terjadi bencana, kerugian dapat diminimalisir dan proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih cepat.(Tu.02)

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul 200 Hektare, Dorong Pala Jadi Investasi Masa Depan Fakfak
Festival Pesona Kota Pala Fakfak Resmi Ditetapkan Berbasis HAKI, Pemkab Terima Piagam dari Kemenkum RI
Penerimaan PAD dari Komoditas Pala Awal 2026 Capai Rp 48 Juta Lebih
Saka Wanabakti Fakfak Gelar Perjumsami dan Penerimaan Anggota Baru di KPHP Unit VI
Bupati Nduga Usulkan Dua Nama Calon Wakil Bupati
Disbun Fakfak dan RRI Gelar Jumat Bersih di CBD Reklamasi Thumburuni, Fokus Rawat Pohon Kelapa dan Ruang Publik Pesisir
Bangun UMKM, OAP Papua Tengah Didorong Jadi Aktor Utama
Kaimana Ikuti Jejak Papua Tengah, Replikasi SIKAP OAP

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:19 WIT

Kelompok Tani Mbuten Kampung Adora Apresiasi Program Pala Unggul 200 Hektare, Dorong Pala Jadi Investasi Masa Depan Fakfak

Kamis, 5 Februari 2026 - 04:55 WIT

Festival Pesona Kota Pala Fakfak Resmi Ditetapkan Berbasis HAKI, Pemkab Terima Piagam dari Kemenkum RI

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:11 WIT

Penerimaan PAD dari Komoditas Pala Awal 2026 Capai Rp 48 Juta Lebih

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:24 WIT

Saka Wanabakti Fakfak Gelar Perjumsami dan Penerimaan Anggota Baru di KPHP Unit VI

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:00 WIT

Bupati Nduga Usulkan Dua Nama Calon Wakil Bupati

Berita Terbaru