Pala Tomandin Fakfak Makin Mendunia: Strategi Menembus Pasar Global dari UMKM Expo(RT) 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 03:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM Expo(RT) Ke-6 Tahun 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta menjadi ajang guna memperluas akses masuknya produk andalan lokal seperti Pala Tomandin ke pasar global.

UMKM Expo(RT) Ke-6 Tahun 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta menjadi ajang guna memperluas akses masuknya produk andalan lokal seperti Pala Tomandin ke pasar global.

papua.tagarutama.com, Jakarta – Pala Tomandin Fakfak terus membuktikan dirinya sebagai komoditas unggulan Papua Barat yang semakin diminati di pasar ekspor. Keikutsertaannya dalam UMKM Expo(RT) Ke-6 Tahun 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Acara yang digelar pada 31 Januari hingga 2 Februari 2025 ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pasar global dan meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.

Menurut Direktur Papua Global Spices (PGS) Fakfak, Sofia Ekawati, Pala Tomandin Fakfak memiliki daya saing tinggi di pasar global karena kualitasnya yang unggul dibandingkan dengan produk sejenis dari negara lain.

“China merupakan salah satu negara dengan permintaan pala terbesar di dunia. Selain digunakan dalam industri makanan dan minuman, Pala Tomandin juga banyak dimanfaatkan dalam pembuatan produk kecantikan, farmasi, dan minyak esensial,” jelas Sofia.

Keunikan Pala Tomandin tidak hanya terletak pada aroma dan rasa yang khas, tetapi juga pada kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dibandingkan pala dari daerah lain. Hal ini menjadikannya pilihan utama bagi industri yang membutuhkan bahan baku berkualitas tinggi.

Baca Juga :  Kolaborasi KKN UNIMUDA Sorong dan Program GERTAK Fakfak Warnai Penanaman Kelapa Hibrida di Kampung Werba Utara

Untuk memastikan keberlanjutan ekspor dan meningkatkan daya saing di pasar global, sejumlah strategi telah disiapkan, antara lain:

  1. Diversifikasi Produk: Tidak hanya dijual dalam bentuk rempah kering, tetapi juga dikembangkan menjadi minyak esensial, suplemen kesehatan, dan produk kecantikan.
  2. Peningkatan Kualitas: Memastikan standar mutu yang sesuai dengan regulasi ekspor dan permintaan pasar internasional.
  3. Penguatan Jaringan Distribusi: Menjalin kerja sama dengan distributor dan importir di berbagai negara.
  4. Branding dan Promosi Global: Membangun identitas Pala Tomandin Fakfak sebagai produk premium dari Indonesia.
  5. Dukungan Petani dan Produsen: Meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan dan pelatihan terkait teknik budidaya dan pengolahan yang sesuai standar ekspor.

Menurut Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, keberhasilan Pala Tomandin Fakfak dalam menembus pasar ekspor harus didukung dengan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak.

“Kepercayaan dan kredibilitas produk harus tetap dijaga. Dengan menjalin kemitraan yang solid dan berkelanjutan, kita bisa memastikan bahwa Pala Tomandin tetap menjadi komoditas unggulan yang diminati pasar internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  Ustadz Usman Abdul Malik: Jangan Biarkan Ramadan Berlalu Tanpa Meningkatkan Ketakwaan

Selain itu, pihaknya juga akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, BUMN, eksportir, serta asosiasi industri rempah-rempah untuk memastikan bahwa Pala Tomandin Fakfak tetap kompetitif di pasar global.

Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Pala Tomandin Fakfak memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai komoditas ekspor utama Indonesia.

“Kami ingin Pala Tomandin Fakfak menjadi identitas Fakfak yang dikenal dunia. Dengan strategi yang tepat, produk ini bisa menjadi salah satu rempah-rempah unggulan Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,” pungkas Widhi.

Keikutsertaan Pala Tomandin Fakfak dalam UMKM Expo(RT) 2025 membuktikan bahwa produk lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen rempah terbaik di dunia. (TU.01)

Baca juga : Pala Tomandin Fakfak Tampil di UMKM EXPO(RT) 2025, Perluas Akses Pasar Global

Follow WhatsApp Channel papua.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan
Billy Mambrasar Putra Papua Pertama di Dewan Komisaris PT Taspen
Saksi Sebut Ada Tekanan Permintaan Rp 2 Miliar dalam Kasus Izin TKA Kemnaker
Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara
Presiden Prabowo Pastikan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Irjen Pol Johnny Edison Isir Jabat Kadiv Humas Polri, Kombes Pol Ignatius : Benar Ada Rotasi
Diduga Utusan Perusahaan Sawit, Pria ini Diusir Warga Moi
Billy Mambrasar : Kopi dan Kakao Dinilai Lebih Prospektif Jadi Andalan Ekspor Hijau Papua

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:18 WIT

Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:40 WIT

Billy Mambrasar Putra Papua Pertama di Dewan Komisaris PT Taspen

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:29 WIT

Saksi Sebut Ada Tekanan Permintaan Rp 2 Miliar dalam Kasus Izin TKA Kemnaker

Senin, 26 Januari 2026 - 21:15 WIT

Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara

Senin, 26 Januari 2026 - 21:05 WIT

Presiden Prabowo Pastikan Layanan Cek Kesehatan Gratis bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Berita Terbaru